Terjangkit Reading Slump? Ikuti Tips-tips Ini!

Dilansir dari Kompas.com, persentase literasi di Indonesia hanya 0,001%. Artinya, dari 1000 orang Indonesia, hanya ada 1 orang yang membaca. Tentunya, ada banyak faktor yang melatarbelakangi hal ini, seperti munculnya bookshaming di kalangan masyarakat, kurangnya akses dan kesadaran membaca kaum marjinal, dan yang ingin dibahas dalam artikel ini ialah reading slump.

Apa itu Reading Slump?

Bagi para pembaca buku tentunya tidak asing lagi dengan frasa ini. Reading slump adalah suatu kondisi dimana kegiatan membaca terasa menjenuhkan. Pembaca sulit fokus dan tidak menikmati bacaannya serta mudah sekali kehilangan mood.

Reading slump adalah kondisi yang cukup berefek pada permasalahan literasi, karena keadaan ini terjadi kepada para pecinta buku sekalipun. Ketika seseorang yang pada normalnya sangat menikmati buku, reading slump ini akan sangat menghambat produktivitasnya, sehingga kegiatan membaca pun akan terbengkalai. Yang biasanya satu buku tamat dalam dua hari, menjadi tamat dalam satu pekan. Yang biasanya satu buku tamat dalam satu pekan, menjadi tamat dalam satu bulan.

Lalu, bagaimana cara mengatasinya?

  1. Memberikan Jeda Waktu

Ketika membaca dirasa jenuh, kita tidak perlu terlalu memaksakan diri untuk membaca. Berikan waktu sekitar tiga sampai enam hari untuk mengistirahatkan sejenak pikiran kita. Sambil memberikan jeda ini, cobalah mengeksplorasi diri mengenai buku apa yang cocok dan diminati oleh kita.

  1. Mengganti Genre Buku

Tidak fokus dalam membaca pun dapat dihasilkan dari jenuhnya kita saat membaca buku dengan topik dan genre. Tidak ada salahnya jika kita mencoba untuk menggantinya dengan genre yang pada aslinya bukan selera kita. Konon, mencoba hal baru dapat menghilangkan rasa jenuh, lho!

  1. Menyusun Jadwal dan Target Membaca

Terkadang tanpa adanya jadwal yang tertulis, diri kita mudah sekali untuk kehilangan produktivitas di keseharian. Maka, coba tulislah pada jadwal harian kita, di waktu kapan kita akan membaca buku, berikut target halaman yang ingin diraih per harinya. Misal, jadwal membaca di malam hari dengan target 100 halaman. Lakukan komitmen yang kuat dengan diri sendiri untuk merealisasikan apa yang sudah ditulis oleh tangan sendiri.

  1. Merapikan Tempat Membaca

Barangkali, kejenuhan kita berasal dari tempat dan suasana membaca kita tidaklah nyaman. Membersihkan, merapikan, dan menata ulang tempat tersebut tidak ada salahnya untuk dilakukan. Kenyamanan bisa menjadi faktor utama dalam kefokusan.

  1. Mencari Suasana Membaca Baru

Sama seperti poin sebelumnya, mencoba sesuatu yang baru dapat menghilangkan rasa jenuh, maka mari coba terapkan dalam hal pencarian suasana. Mungkin sebelumnya membaca di dalam kamar kita terjangkit reading slump, saat kita membaca di sofa ruang tengah dekat jendela reading slump tersebut bisa menguap.

  1. Ikut Kegiatan Tantangan Membaca

Poin terakhir ini bisa dikatakan paling ampuh. Kegiatan tantangan seperti ini pada umumnya akan banyak peserta yang mengikuti, sehingga bisa saling memotivasi dan menyemangati. Terdapat pula panitia kegiatan yang senantiasa mengingatkan di setiap harinya. Bahkan tak jarang dari hasil kegiatan ini akan ada penghargaan bagi peserta yang tuntas mengikuti tantangan ini!

Nah, itulah kira-kira 6 tips yang bisa kita coba lakukan untuk mengatasi reading slump yang menjangkiti kita dan menurunkan bahkan menghilangkan produktivitas kita. Ohya, dalam setiap hal yang kita lakukan, tentunya jangan lupa untuk senantiasa berdoa kepada Allah, ya, agar kita dimudahkan dalam segala urusan, termasuk urusan membaca ini.

“Tidak semua pembaca menjadi pemimpin, tapi semua pemimpin harus menjadi pembaca.” Harry S. Trauman, presiden Amerika Serikat ketiga puluh tiga.

Mari terus membaca dan selamat mencoba!

Editor: Fairuz Nadia & Fina Kardiani

Leave a Reply