Peran Pendidikan Vaksinasi Di Indonesia

Pentingnya pendidikan vaksinasi di Indonesia. Indonesia sebagai negara dengan penduduk terbesar keempat di dunia, mempunyai banyak masalah berkaitan dengan kesehatan. Disamping itu juga letak geografis Indonesia yang berpulau-pulau semakin mempersulit keadaan, ini dibuktikan dengan jumlah penyakit yang menyebabkan kematian di Indonesia semakin meningkat. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu cara agar menekan jumlah penyakit yang menyebar luas di Indonesia. Sebenarnya, ada salah satu cara untuk menekan dan mencegah penyakit menyebar di Indonesia yaitu dengan vaksinasi atau yang biasa kita kenal juga Imunisasi. Imunisasi adalah suatu proses saat seseorang dilindungi dari suatu penyakit dengan tindakan memasukkan vaksin kedalam tubuh untuk menghasilkan kekebalan terhadap penyakit tertentu.

Banyak orang kurang memahami arti vaksin sesunggguhnya, sebenarnya vaksin ialah suatu produk yang dihasilkan dari penyakit atau virus yang sudah dilemahkan yang merangsang sistem kekebalan seseorang untuk menghasilkan kekebalan terhadap penyakit tertentu. Sehingga di masa pandemi covid 19, banyak para ilmuwan meneliti cara membuat vaksin untuk mencegah penyakit tersebut, karena imunisasi merupakan cara yang ampuh dan sudah teruji untuk mengurangi penyebaran virus. Akan tetapi, untuk menghasilkan suatu produk vaksin membutuhkan waktu yang lama dengan syarat-syarat yang ketat agar tidak terjadi efek samping yang membahayakan. Dan masyarakat masih kurang memahami apa itu imunisasi? Dan tujuannya serta efek sampingnya.

Disinilah peran para pendidik dan mahasiswa perlu menjelaskan kepada masyarakat akanpentingnya vaksinasi, dan cara untuk menjelaskan vaksinasi perlu adanya pendidikan vaksinasi, karena sejatinya pendidikan adalah pembelajaran pengetahuan, pengarahan serta penuntunan. Bagaimana cara pemerintah untuk mengarahkan serta memberi pengetahuan ke masyarakat mengenai imunisasi ini?, tentu saja pemerintah akan sulit tanpa adanya campur tangan dari para mahasiswa ataupun orang-orang yang terdidik. Jangan sampai nanti timbul ditengah masyarakat terkait informasi-informasi yang salah mengenai hal ini. Dan ini sudah terjadi, ketika Imunisasi atau vaksinasi digalakkan oleh pemerintah banyak sekali timbul berita-berita yang tidak benar mengenai hal itu, sehingga masyarakat enggan mengikuti program pemerintah ini, apalagi berkaitan dengan halal atau haramnya vaksin. Indonesia dengan jumlah penduduk muslim terbanyak di dunia tentu memperhatikan masalah hukum syariat mengenai imunisasi.

Maka dari itu, penulis sangat mengharapkan adanya pendidikan vaksinasi di masyarakat, karena sebelum melaksanakan program yang penting ini perlu adanya pengetahuan mengenai vaksinasi itu sendiri. Salah satu ketakutan yang sering timbul ditengah masyarakat mengenai imunisasi ialah berkaitan dengan efek samping dan efeknya, padahal kalau kita telusuri bahwa efek samping dari vaksinasi tidaklah berbahaya dan tidak sebanding dengan orang yang tidak divaksinasi yang menyebabkan kematian dengan mudah. Kebanyakan efek samping dari vaksinasi timbul dari penyakit bawaan pasien tersebut sepeti jantung, alergi jarum, kejang-kejang dan lain-lain.

Kesehatan merupakan tolak ukur yang penting bagi suatu negara, semakin banyak rakyat yang sehat semakin maju pula negara tersebut. Ini dibuktikan dengan indeks kematian yang rendah terjadi di negara-negara maju. Disamping itu juga, vaksinasi sangatlah efisien dan efektif untuk menekan angka penularan penyakit. Sehingga dengan ini, negara dapat menghemat anggaran kesehatan dan dapat mengalokasikan ke bidang yang lain seperti pendidikan atau pembangunan infrastruktur.

Vaksinasi atau imunisasi bukan hanya untuk virus covid 19 ini akan tetapi untuk jenis-jenis virus yang lainya, maka imunisasi atau vaksinasi wajib di negara-negara yang maju. Karena di zaman yang sudah berubah alamnya dan bumi yang mulai rusak akibat polusi udara, maka tidak heran akan ada virus-virus baru dikemudian hari. Sejarah sudah membuktikan bahwa imunisasi telah menyelamatkan jutaan umat manusia, bukan berasal dari pengobatan tradisional ataupun yang lainya.

Di era digital dan internet, tentu bukan hal yang sulit untuk memberikan pengetahuan yang benar ke masyarakat mengenai vaksinasi, tetapi perlu juga mengajak semua elemen pengajar dan pelajar yang mengetahui tentang vaksinasi perlu diberitahu dan diberi pendidikan mengenai vaksinasi ini, dengan menjelaskan definisi, tujuan serta manfaat vaksinasi itu sendiri.

Generasi muda yang mendapatkan pendidikan akan lebih kuat kekebalan tubuhnya dengan vaksinasi atau imunisasi, dibanding para generasi muda yang tidak menggunakan vaksinasi untuk kekebalan tubuhnya sehingga akan rentan terkena penyakit dan mengganggu proses belajarnya. Walaupun, para generasi muda ini memiliki kecerdasan yang baik, kalau tidak dibarengi dengan kesehatan yang baik akan percuma juga.

Sudah timbul banyak klaim yang mengatakan bahwa imunisasi tidaklah penting dan mereka membuktikan dengan tidak terkena penyakit walaupun tidak divaksinasi atau imunisasi, padahal virus atau penyakit sudah menyebar di wilayahnya. Itu sebenarnya, efek dari Herd Immunity yang mana seseorang tidak akan terkena penyakit apabila cakupan imunisasi melebihi 90% dari total orang-orang atau balita yang mendapatkan kewajiban imunisasi, ini berarti mereka bergantung kepada cakupan imunisasi di suatu wilayah tersebut. Bahkan, beberapa tokoh masyarakat dan tokoh agama tidak mengakui akan manfaat vaksinasi atau imunisasi sehingga ini menyebabkan masyarakat enggan melakukan vaksinasi. Sebenarnya, penyebab mereka tidak mengakui imunisasi karena kurangnya pendidikan imunisasi terhadap masyarakat.

Akhirnya, penyakit dan virus-virus semakin perkembang, maka kesehatan pun perlu adanya pekembangan, pandemi covid 19 mengajarkan kita untuk lebih menjaga kesehatan baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain. Imunisasi merupakan suatu jalan untuk menjaga kesehatan di masyarakat, pendidikan vaksinasi bukan hanya diberikan ke tenaga medis tapi perlu juga diberikan ke masyarakat umum sehingga akan timbul kesadaran masyarakat untuk melakukan imunisasi.

Editor: Fina Kardiani

Leave a Reply