Muhammad, Model Peran Untuk Zaman Millenial

Muhammad Model Peran Untuk Zaman Millenial

“Muhammad, A Role Model For A New Millennium” Artikel yang diterbitkan pada 20 November 2012 di situs islamway.com tanpa penjelasan nama penulis. Tujuannya dalam artikel ini adalah untuk memberitahu pembaca bahwa Nabi Muhammad selalu menjadi model peran terbaik bagi umat manusia sepanjang masa. Artikel ini pada dasarnya menjelaskan berbagai alasan mengapa Rasulullah sangat layak untuk menjadi model peran dalam generasi milenium yang baru dan yang akan datang. Sosok nabi sempurna bagi kita untuk meniru sebagai manusia.

Artikel yang dimulai dengan kutipan dari Michael Hart dalam bukunya yang berjudul “The 100: A Persons of The Most in History” yang mengatakan, “pilihan saya pada Muhammad untuk memimpin daftar tokoh dunia yang paling berpengaruh mungkin mengejutkan beberapa pembaca dan dipertanyakan oleh orang lain, tapi dia adalah satu-satunya orang dalam sejarah yang sangat sukses di kedua tingkat agama dan sekuler.” Setelah itu, diikuti oleh pertanyaan yang membuat pembaca lebih mampu membayangkan dan merasakan kebesaran Muhammad sebagai tokoh berpengaruh, yang saya pikir itu adalah pembukaan yang sangat baik yang dapat membuat pembaca merasa terhubung dengan bacaan yang akan dikonsumsi.

Penulis menyoroti topik utamanya dengan 5 sub-judul; kebutuhan manusia untuk model peran, konsep nubuat dalam Islam, kehidupan pribadi Muhammad, Nabi Muhammad, dan warisan Muhammad. Pada awalnya dikatakan bahwa sebagian besar orang yang berpendidikan dewasa ini bersikap skeptis, dan memandang kisah-kisah seperti sisa-sisa menawan dari usia yang lebih sederhana. Lalu ia melanjutkan dengan pernyataan bahwa ada seorang pemimpin yang dapat dipercaya sebagai pembimbing dalam urusan rohani maupun duniawi, dan pemimpin tersebut adalah Nabi Muhammad. Rincian kehidupan Muhammad luar biasa telah dengan cermat diabadikan dan telah dikenakan pengawasan sejarawan, timur dan barat. Berbeda dengan orang lain yang telah dicapai terkenal untuk prestasi mereka dalam lingkup terbatas aktivitas, prestasi Muhammad melingkupi semua bidang utama kehidupan.

Hal ini juga menjelaskan konsep kenabian dalam Islam. Bagi seorang muslim, seorang nabi tidak berarti ia seseorang yang mampu meramalkan masa depan, meskipun sebagian besar prediksi Nabi Muhammad telah terpenuhi dengan cara yang menakjubkan, tetapi nabi adalah seorang pria yang diutus oleh Allah untuk menyeru orang untuk bertobat, memiliki iman, dan mendedikasikan hidup mereka untuk melakukan kebaikan, dengan demikian membantu mereka menemukan kembali tujuan untuk yang mereka diciptakan. Para nabi tidak dianggap ilahi, dan tidak disembah atau diibadahi meskipun mereka adalah para pria dengan karakter dan kerohanian yang menonjol yang dilindungi dari melakukan dosa, melakukan mukjizat, dan menerima wahyu dari Allah.

Kemudian, penulis juga memberikan diskusi singkat tentang kehidupan pribadi Muhammad, kehidupannya sebagai nabi, dan warisannya. Nabi Muhammad remaja telah menolak kebiasaan amoral umatnya, yang telah terperosok dalam kesesatan penyembahan berhala. Nabi Muhammad menerima wahyu pertamanya dari Allah pada usianya yang ke-40 melalui Malaikat Jibril. Beliau terus menerima wahyu selama 23 tahun mengenai topik-topik berkisar dari keesaan Allah dan ciptaan-Nya yang menakjubkan, sampai kisah-kisah tentang para nabi zaman dahulu dalam lingkup moralitas dan etika, serta kehidupan setelah kematian. Untuk Muhammad, agama bukan masalah keyakinan pribadi saja, tetapi juga tuntunan hidup yang lengkap. Model pemerintahan Madinah yang berada di bawah kepemimpinannya, yang didasarkan pada keadilan, respek terhadap martabat manusia, dan kesadaran atas keberadaan Allah, menjadi model yang dicari oleh Muslim dalam hal petunjuk dan inspirasi.

Menurut pendapat saya, artikel ini sangat mudah dibaca dan dipahami maknanya karena bahasanya yang sederhana, pembukaan yang sangat menarik, dan aspek-aspek yang sangat sederhana namun berdampak besar pada pemahaman pembaca. Penulis juga menyertakan setidaknya satu dalil dalam setiap aspek yang dibawanya sehingga cukup untuk memperkuat argumen dalam tulisannya. Apa yang kurang dalam kasus ini terdapat pada situs webnya yang hanya menyatakan judul dan tanggal penerbitan dan tidak jelas menyatakan nama penulis. Artikel ini sangat bagus dan menarik untuk dibaca.

Kesimpulannya, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam menyelesaikan semua ini melalui kekuatan karakter dan pribadi teladan : Beliau mengilhami para pengikutnya sebuah cinta, pengabdian, dan rasa kagum yang tak tertandingi. Sementara orang-orang lain akan dirusak oleh kekuasaan absolut yang ia punya di tahun-tahun terakhirnya, Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam tetap rendah hati dan selalu menyadari siapakah pemilik rahmat yang sebenarnya.

‘Aku tidak lain hanyalah hamba Allah dan utusan-Nya,” katanya.

Editor: Fadel Pradya Wiratama & Akbar Jihad Sagran

2 Comments

  1. […] emas Bung Karno justru hilang. Namun sebenarnya usaha ini bisa kita bangkitkan saat kita sebagai anak muda, berusaha untuk tidak hanya mengenal si bung besar lewat diorama-diorama dangkal, tetapi juga apa […]

  2. […] kemudian dimana peran generasi z? disinilah sebenarnya mereka dengan semangat digitalnya telah bergerak secara massif baik secara […]

Leave a Reply