“Olah Pikir Kritis, Mahasiswa dan Critical Thinking”

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Oleh: Wildana Sabaruddin

Zaman memang berubah, dan gaya hidup orang sudah pasti berbeda. Namun berfikir kritis tetap yang paling utama untuk dimiliki masyarakat dewasa ini. Yah, mungkin ini penggalan kalimat yang bisa menggambarkan tentang perubahan zaman dan pentingnya berfikir kritis.

Sebelum kita bahas lebih dalam mengenai berfikir kritis, teman-teman yang sedang membaca tulisan ini, pasti sudah sering bertemu dengan orang-orang yang selalu meng”iya”kan suatu hal jika dimintai pendapat, memilih untuk mengikut dibandingkan berpendapat sesuai dengan sudut pandangnya. Dan tentu banyak sekali tebaran berita hoax di sosial media, dimana penyebarnya lebih banyak dibanding dengan pembuat berita. Ini kenapa? Karena banyak diantara kita belum mampu mengasah berfikir padahal Sang Pencipta telah menganugerahkan otak yang begitu sempurna untuk berfikir.

Kemudian, apa sebenarnya berfikir kritis itu? Bukankah manusia memang sudah berfikir?

Berfikir kritis atau Critical Thinking adalah proses berfikir secara jernih dan rasional terhadap apa yang di hadapi dan apa yang di yakini. Seringkali orang-orang yang berfikir kritis akan menanyakan, meragukan dan menguji kebenaran terhadap suatu hal. Namun, orang yang critical thinking tentu tidak sama dengan orang yang hanya sering berdebat atau hanya mengkritik tanpa dasar dan solusi yang pasti.

Beberapa diantara kita mungkin beranggapan bahwa yang berfikir kritis hanyalah orang-orang yang sering berdebat, berteriak paling keras seakan semua yang dikatannya adalah benar. Padahal jika ditela’ah, yang disampaikannya itu tidak mendasar atau tenyata hanya opini semata.

Selain itu, kita juga sering menemukan. Orang-orang yang ketika dihadapkan dengan perbedaan pendapat, lantas dengan sigap mengklaim bahwa orang yang berbeda pendapat dengan kita adalah musuh. Padahal, perbedaan pendapat adalah hal biasa, Dan yang harus difikirkan bersama adalah jalan keluar untuk setiap permasalahan.

Mahasiswa dan critical thinking?

Secara biologis, ukuran mahasiswa sudah tergolong dewasa dalam berfikir. Mampu melihat dan menalar segala pergerakan. Namun faktanya, masih banyak mahasiswa yang tidak mengembangkan cara berfikir tersebut. Alhasil, selalu merasa benar padahal baru merujuk satu sumber atau justru tidak mampu berfikir secara merdeka. 

Sebagai mahasiswa, tentu sangat dianjurkan untuk mengasah berfikir secara kritis agar terus berkembang dan maju dalam olah fikir. Tentu, belajar untuk menanyakan sesuatu, mengolah dan mengutarakan pendapat adalah langkah tepat untuk mengasah kemapuan berfikir.

Ada banyak cara yang bisa dilakukan mahasiswa untuk mengasah critical thinking. Contohnya mengikuti organisasi kampus. Dalam berorganisasi, acara diskusi dan saling tukar pendapat tentunya adalah suatu hal yang sangat baik utuk asupan otak sendiri, karena dengan menyampaikan pendapat, otak kita akan terbiasa berfikir dan mencari titik temu atas sebuah pembahasan. Selain itu, kegiatan membaca dan menulis essai atau membuat laporan, menjadi aktivitas sehari-hari mahasiswa. Hal ini sangat dapat membantu meningkatkan jalur berfikir kritis.

Mahasiswa yang terbiasa dengan berfikir secara kritis, tentu tidak serta merta untuk mengambil kesimpulan. Paham betul ada proses yang otak akan jalani, seperti mengenali masalah secara jelas, mampu menentuka prioritas, mengumpulkan informasi dan mengenali persepsi yang muncul, serta menganalisa lalu baru sampai pada sebuah kesimpulan. Jika dilihat proses yang harus di jalani otak, ada rangkaian yang panjang, maka dari itu critical thinking harus selalu di asah agar terbiasa.

Kesimpulanya, bahwa kita perlu untuk berfikir kritis terhadap sesuatu guna untuk menemukan kesimpulan yang memberi solusi dan dapat di pertanggungjawabkan. Semua yang kita terima tentu sangat dibutuhkan analisa. Tidak serta merta menerima atau menolak informasi yang ada tanpa ada landasan yang jelas.

Perbedaan pendapat atau ide tentu mendorong otak kita untuk berfikir dan menemukan titik terang antara perbedaan atau kesamaan sebuah masalah. Bukan justru menjadikan sebuah perbedaan pendapat atau ide, dan itu adalah sebuah enemy atau musuh. 

Salam Mahasiswa!

Submit a Comment

Your email address will not be published.

FAST FASHION

Menuju pergantian tahun baru, biasanya banyak orang menanti diskon dari berbagai toko kesukaannya, tak terkecuali dengan toko baju. Diskon yang

Read More »

CONTACT

Untuk pertanyaan, mohon hubungi

officialppiiium@gmail.com