Oleh: Alis Nerindo

GOMBAK, 14 Oktober 2018 – Indonesian Day menghadirkan aroma Indonesia di IIUM selama seminggu (28 September-5 Oktober). Dengan tema “Stunning Indonesia”, PPI-IIUM memperkenalkan keanekaragaman budaya Indonesia, makanan khas daerah, dan busana kebanggaan negeri tercinta.

Tujuan dari diadakannya rentetan acara ini ialah untuk meningkatkan silaturahim dan keakraban sesama warga IIUM, memperkenalkan dan mempromosikan Indonesia kepada civitas akademika internasional, dan merivitalisasi nilai-nilai Islam melalui perayaan menyambut Tahun Baru Muharram.

Selama seminggu, tidak hanya warga Indonesia yang menikmati keindahan Indonesia dari luar, tapi warga Internasional juga dimanjakan dengan berbagai rentetan acara.

Opening Ceremony merupakaan acara pembuka yang menghadirkan Dr. Muhammad Hidayat Nur Wahid dan Prof. Dr. Nur Hadi selaku narasumber. Keduanya berada diatas satu panggung yang sama menyampaikan tentang bagaimana menjadi pemuda yang tetap cinta tanah air, meskipun raga berada di luar negara sendiri.

Hari kedua, Family Day mengumpulkan warga IIUM di lapangan untuk melaksanakan upacara bendera dan perlombaan sederhana khas Indonesia. Acara kedua ini dihadiri oleh berbagai jenis warga Indonesia di IIUM, mulai dari mahasiswa undergraduate, dosen, bahkan pakcik-makcik yang mengabdikan dirinya sebagai pekerja di IIUM juga hadir untuk memeriahkan acara ini.

PPI Got Talent dimeriahkan dengan menampilkan keahlian dan budaya yang bertajuk kompetisi. Beberapa penampilan yang disuguhkan ialah stand-up comedy, dance performance, membaca puisi, hingga menyanyi.

Seorang pembicara berkelas internasional juga dihadirkan untuk mengisi “Pelatihan Penulisan dan Bedah Buku Ayat-Ayat Cinta 2”. Beliau adalah Ust. Habiburrahman el Shirazy, selaku narasumber dan juga penulis mahakarya novel Ayat-Ayat Cinta 2. Selama pelatihan berlangsung, para hadirin belajar untuk menulis buku agar bisa menjadi best seller, namun ilmu ini bisa diterapkan juga dalam penulisan karya ilmiah maupun tesis, menurut beliau.

Food Corner menjadi wadah pameran yang membantu untuk mempromosikan makanan Indonesia dalam bentuk booth di IIUM. Pameran ini diisi oleh berbagai macam restoran Indonesia di Malaysia yang sudah menjadi bagian dari sponsorship di acara Indonesian Day.

Indonesian Parade memperkenalkan budaya Indonesia dengan cara mengelilingi kampus IIUM dengan mengenakan berbagai macam baju adat budaya Indonesia. Tujuan dari diadakannya kegiatan ini ialah memperkenalkan dan mempromosikan budaya Indonesia melalui pakaian daerahnya.

Sebagai acara penutup, Closing and Cultural Night, menjadi pembeda karena acara ini dipersiapkan untuk menjadi puncak dari segala rangkaian acara yang dihadirkan selama seminggu ini. Berbagai macam budaya Indonesia diperkenalkan melalui acara ini, seperti tarian, nyanyian, silat, angklung, maupun peragaan pakaian tradisional Indonesia. Acara kebudayaan ini dihadiri oleh semua warga Indonesia mulai dari dosen, staff, dan pelajar, serta acara ini turut dimeriahkan oleh warga asing di IIUM.

Usai sudah rangkaian acara Indonesian Day, tapi peran warga Indonesia di tanah rantau tetap sama, yaitu menjadi agen bangsa dan agama dimanapun raga ini berada.***