Oleh: Nyayu Siti Salma Wahyuni

Gombak,5 Mei 2018: Persatuan Pelajar Indonesia (PPI-IIUM), Forum Tarbiyah (Fotar), dan Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) berhasil berkolaborasi dalam menyukseskan program “MILEA 2018: Muslimah Idaman Langit and Earth” di Gedung Engineering, Sabtu, 28 April 2018. Acara yang menghadirkan Rosalina Awaida Rusman dan juga tamu yang didatangkan dari Indonesia, Resa Rere dan Ryan Qory ini berhasil menarik sekitar 80 peserta yang berasal dari daerah Kuala Lumpur dan sekitarnya.

Acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an dan dilanjutkan dengan sambutan oleh ketua pelaksana, saudari Musfirah. Ia memaparkan sebuah pepatah Arab yang berbunyi ‘al ummu madrasatul ula’ yang berarti bahwa seorang ibu adalah sekolah pertama bagi anak anaknya. Acara selanjutnya dilanjutkan oleh sambutan dari penasihat PPI IIUM, Ibu Nita Nasyitah. Ia membacakan sebuah puisi tentang wanita diakhir sambutannya.

Sesi pertama dimulai dengan gelar wicara yang dibawakan oleh kak Rosalina Awaida Rusman atau yang kerap disapa dengan Kak Wina. Pada kesempatan kali ini Kak Wina membahas tentang peranan seorang wanita muslimah masa kini. Ia memaparkan tentang konsekuensi dari sebuah peran dan kaitannya dengan komitmen yang akan dibuat. Ia juga memaparkan tentang prioritas prioritas yang perlu diutamakan dari setiap peranan. “When everything is put on proportion, life becomes worth to live.” Ujar Kak Wina di penghujung acaranya. Gelar wicara ini ditutup dengan sesi tanya jawab oleh tiga orang penanya yang berasal dari Indonesia dan Malaysia. Sesi pertama ini ditutup dengan penampilan dari Sanggar Chatulistiwa yang melantunkan lagu ‘Karena Wanita Ingin Dimengerti’ dan ‘Galih dan Ratna’.

Sesi selanjutnya kembali dimulai pada pukul 2.30 yang menghadirkan Resa Rere dan Ryan Qory sebagai pembicara. Pada sesi gelar wicara kali ini, Resa Rere atau yang kerap disapa Teh Rere menyampaikan materi tentang hijrah seorang muslimah. “Jika kita meninggalkan sesuatu karena Allah, maka Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik.” Ujar Teh Rere. Pada kesempatan kali ini Teh Rere juga menyampaikan kiat kiat untuk beristiqomah dalam berhijrah yaitu niat, do’a, menyibukkan diri dengan Al Qur’an dan bergaul dengan orang orang salih. “Jumpai Allah dalam setiap shalatmu karena hanya Allah yang dapat memudahkan hijrahnya seseorang.” tutur Teh Rere sebagai penutup dari gelar wicara kali ini.

Gelar wicara dilanjutkan oleh mas Ryan Qory tentang pandangan tentang seorang muslimah. “Muslimah yang baik itu ibarat bidadari di atas bahtera.” ujar mas Ryan dalam menggambarkan keelokan seorang muslimah. Ia juga memaparkan kriteria-kriteria muslimah yang baik akhlak dan imannya. Di akhir gelar wicara kali ini ia menyampaikan pesan kepada pelajar-pelajar Indonesia untuk tetap semangat menuntut ilmu dan kembali pulang untuk membangun dan membuat Indonesia lebih baik lagi. Acara pun ditutup oleh do’a agar segala ilmu yang telah disampaikan membawa keberkahan dan manfaat bagi seluruh peserta acara MILEA.