Oleh : Fachri Mirza Muhammad

Kuala Lumpur, 30 April 2018: Persatuan Pelajar Indonesia Malaysia (PPIM) berhasil mengadakan pelatihan Hukum Acara Mahkamah Konstitusi dan Advokasi di International Islamic University Malaysia (IIUM) pada 29 April 2018. Bekerja sama dengan PPI-IIUM, acara berlangsung di Gedung Ahmad Ibrahim Kulliyah of Law (AIKOL) dan dihadiri oleh perwakilan dari PPI cabang di Malaysia dan kalangan non-PPI.

Acara yang diselenggarakan dibawah divisi Hukum dan Advokasi (HUVOKS) PPIM kali ini bertemakan “Hukum Acara Mahkamah Konstitusi dan Sosialisme Mekanisme Advokasi dan Bantuan Hukum bagi warga PPIM” yang dibawakan oleh Hani Adhani dan Joanita Srikandi.

Acara diawali dengan sesi pelatihan Acara Mahkamah Konstitusi yang dibawakan oleh saudara Hani Adhani, salah satu Panitera pengganti Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia yang tengah mengambil study hukum S3 nya di IIUM.

Ia memaparkan tentang sistem hukum di Indonesia, prosedur pengajuan perkara ke Mahkamah Konstitusi dan juga memberikan contoh-contoh pengajuan perkara ke Mahkamah Konstitusi.  “Saya berharap setelah mengikuti pelatihan ini peserta bisa lebih memahami hukum di Indonesia dan bisa mengajukan perkara ke Mahkamah Konstitusi” ujar Hani Adhani.

Acara dilanjutkan dengan sesi pelatihan Mekanisme Advokasi dan Bantuan Hukum oleh Joanita Srikandi, mahasiswa hukum Pascasarjana di Universitas Malaya. “PPIM akan membantu dalam penanganan yang melibatkan kepolisian, imigrasi, dan peradilan di Malaysia dan segala aduan dapat dikirim ke huvoks.ppim@gmail.com.” ujarnya.