Oleh: Alis Nerindo

Kuala Lumpur (6/2) – National Aspiration and Leadership Symposium atau biasa disebut NALS memberikan kesempatan kepada 5 orang perwakilan PPI-IIUM untuk hadir pada simposium yang digelar kemarin (4 Februari 2018). Kegiatan yang diadakan di Putra World Centre (PWTC) mendapat antusias yang sangat meriah dari publik khususnya para pemuda yang berjumlah lebih dari 3000 orang dari segala penjuru Malaysia baik peserta maupun tamu undangan.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh para tokoh pemuda negeri Jiran seperti Ummi Roses, Suhaimi Sulaiman, Caprice, dan masih banyak lagi. Bahkan acara ini dinobatkan masuk ke “The Malaysia Book of Records” karena pencapaiannya yang mampu menghadirkan pembicara terbanyak dalam acara tentang kepemudaan.

Acara ini diawali dengan pembukaan yang dimulai dengan kata sambutan oleh Achmad Muzammil Idris selaku Direktur Utama NALS. Selama penuturannya, ia menyampaikan bahwasanya pemuda harus banyak melakukan kesalahan dan harus belajar pada kesalahan yang terjadi agar tidak terulang di kemudian hari.

Disambung dengan Menteri Komunikasi dan Multimedia, Dr. Mohamed Salleh bin Tun Haji Mohamed Said, yang menanggapi bahwasanya pemuda adalah masa depan negeri. Ia menyebutkan bahwasanya dua pilar utama untuk Malaysia yang ideal adalah pematangan sistem demokrasi dan pengadaan kesempatan bagi pemuda. Kemudian ia menambahkan penekanan kepada pemuda agar berani berkontribusi demi menuju bangsa yang lebih baik.

Kegiatan tidak usai sampai disini, selepas sholat Dzuhur, para peserta diarahkan untuk menuju ke kelompoknya masing-masing. Kelompok ini terbagi menjadi delapan, namun perwakilan dari PPI-IIUM hanya menghadiri empat panel diskusi. Diantaranya terkait dengan ketenagakerjaan, politik, media, dan penyakit mental. Diskusi ini mampu membuka pemikiran pemuda agar tahu bagaimana seharusnya menyikapi masa depan.

Sebagai penutup, pemuda hari ini sudah seharusnya memahami perbedaan yang kerap muncul menjadi dilema di tengah-tengah masyarakat. Namun, keberadaan mereka bukan untuk memperkeruh suasana, tapi memberi sinar terang bagi semua orang untuk menyongsong masa depan negeri yang lebih baik.