|
Adanya midbreak di UIA ternyata tidak membuat pengurus PPI-UIA ikut berlibur. Justru di sela-sela libur selama satu pekan tersebut, PPI mengadakan sebuah seminar untuk seluruh warga Indonesia di Malaysia. Tidak tanggung-tanggung, PPI-UIA bekerjasama dengan PCINU Malaysia mengundang ketua PBNU Prof. Dr. KH. Said Agil Siradj untuk memberi speech dalam seminar tersebut.
Seminar diadakan pada hari Kamis, 29 Maret 2012 di Lecture Theater E0 Building Kuliyyah of Engineering (IIUM). Panitia seminar merupakan gabungan antara pengurus PPI-UIA dan PCINU Malaysia, dan acara ini didukung oleh beberapa organisasi warga Indonesia di UIA. Panelis dalam seminar ini adalah atase pendidikan KBRI Malaysia, Prof. Rushdi, MA. dan dosen UIA Dr. Anis Malik Thoha.
Dihadiri oleh lebih dari 150 orang, seminar berlangsung cukup hangat dan interaktif. Prof. Rushdi, MA. memulai seminar dengan memberikan data-data statistik mengenai kondisi pendidikan warga Indonesia di Malaysia. Dr. Anis Malik Thoha kemudian menambah wawasan peserta tentang arti sesungguhnya dari pendidikan, kemunduran kualitas yang terjadi dalam perguruan tinggi Islam di Indonesia dan memberi saran untuk memperbaikinya. Kehadiran Kyai Said Agil Siradj yang dijadwalkan pukul 2 siang terlambat dikarenakan mundurnya jadwal penerbangan dari Indonesia. Namun justru karena itulah beliau menambah hangatnya suasana seminar yang saat itu sudah mendekati batas akhir dengan humor-humor khas ulama Jawa Timur-nya. Seminar ditutup dengan pembacaan doa oleh Kyai Said Agil Siradj pada pukul 5.30 sore. [Habiba] |