Kelas Bahasa Indonesia 2019: Indonesiakan Manca Negara

Bentang cakrawala menembus langit luas Indonesia. Menarik garis khayal dari kota Sabang hingga daerah Papua, menyelimuti udara tujuh belas ribu pulau yang ada di dalamnya. Keragaman suku dan budaya berlimpah ruah di dalamnya, menjadikan perbedaan menjadi salah satu yang tidak asing bagi warga Indonesia.

Keberagaman suku dan budaya, bagaimanapun tetap menjamin persatuan negara agraris ini. Dengan berbagai hal pemersatu bangsa, seperti sikap dan ragam adat sopan santun menjadi satu yang tidak akan lepas dari bangsa Indonesia, pun bahasa yang satu, Bahasa Indonesia.

Gedung Moot Court malam itu menjadi saksi tetap ditutupnya kegiatan Kelas Bahasa Indonesia (KBI) 2019 Universitas Antarbangsa Malaysia, awal 2019 lalu. Perhimpunan Pelajar Indonesia Cabang IIUM, kala itu kembali mengajukan entitas ruh Indonesia kepada dunia. Terhitung 3 bulan lamanya, PPI IIUM mengadakan Kelas Bahasa Indonesia untuk mahasiswa internasional Universitas Islam Antarbangsa Malaysia. Sejak 7 Maret 2019 hingga 3 Mei 2019, PPI IIUM mengadakan kelas semi-formal tentang pelajaran dasar bahasa Indonesia, mengutip salah satu impian bangsa untuk memancanegarakan Bahasa Indonesia. Berhasil menggaet 66 orang peserta, Kelas Bahasa Indonesia 2019 berjalan dengan teratur secara mingguan yakni tiap hari Kamis untuk Kelas Nusantara dan hari Jumat untuk Kelas Internasional. Kegiatan kelas berupa penyampaian materi oleh pengajar Bahasa Indonesia yang bekerja sama langsung dengan Kedutaan Besar republik Indonesia (KBRI) Malaysia selama 16 kali pertemuan.

Tahun ini, peserta Kelas Bahasa Indonesia didominasi oleh pelajar asal Timur Tengah, yakni Afghanistan 1 orang, Algeria 3 orang, Bangladesh 10 orang, Bosnia 1 orang, Mesir 3 orang, Korea 1 orang, Maroko 2 orang, Nigeria 1 orang, Senegal 1 orang, Syiria 2 orang, Turki 7 orang, Yaman 4 orang, Thailand 2 orang, Cina 1 orang, dan Malaysia 24 orang. Jumlah ini menunjukkan daya tarik Indonesia yang cukup tinggi hingga dapat mendapatkan peserta yang tidak sedikit, yang berarti kesempatan besar bagi bangsa Indonesia untuk unjuk gigi pada dunia tentang budaya dan keragaman yang dipunya. Meskipun ditemukan fluktuasi jumlah peserta selama masa pembelajaran, secara keseluruhan peserta Kelas Bahasa Indonesia mengaku mendapatkan vibes Indonesia yang disampaikan, karena selain materi pembelajaran, Kelas Bahasa Indonesia juga memberikan satu dua sesi permainan dan pengenalan budaya dan tradisi Indonesia. Terlebih pada Malam Penutupan Kelas Bahasa Indonesia yang diadakan pada 3 Mei 2019. Di malam penutupan, tiga peserta maju dengan menyampaikan beberapa pertunjukan seperti pembacaan sajak dan berpantun. Dengan itu, mari dengan bangga menunjukkan eksistensi bangsa Indonesia dengan tidak meninggalkan bahasa yang satu Bahasa Indonesia, pun dapat memancanegarakan Bahasa Indonesia.