Halal Bi halal dan silaturahim alumni IIIUM yang diselenggarakan di AlAzhar Kebayoran Baru, Sabtu kemarin (22 Juni 2019), meninggalkan banyak kesan dan kenangan.

Solidaritas antar alumni sangat terasa sekali. Buktinya, donasi dalam bentuk makanan dan uang cash untuk kelancaran acara, sungguh di luar dugaan panitia.

Ada yang nyumbang uang cash, kambing guling, kue, dan camilan lainnnya. Konsep potluck, benar benar terwujud.

Bahkan panitia masih ada saldo 468.000 rupiah dari total dana yang terkumpul 2.850.00 rupiah. Dana itu akan digunakan sebagai dana awal kas alumni IIUM.

Bagian yang menarik lainya adalah rencana regenerasi kepemimpinan dari Ali Sakti ke ketua berikutnya. Ali Sakti sudah memimpin satu periode.

“Sesuai amanah Ketua Ali sakti, saya akan bentuk panitia kecil dari rekan-rekan alumni untuk pemilihan ketua alumni IIUM yang baru. Kata Pak Ali masa jabatan beliau udah over due. Mohon doanya”, tulis Nurizal di group WA.

Menguatkan pesan dari Nurizal, Pak Ketua Ali Sakti langsung merespon.” Salah satu poin pembicaraan silaturahim alumni tadi adalah disetujui ada panitia kecil untuk proses pergantian ketua ikatan alumni dan kepengurusan kami”, tulisnya.

Tujuannya, tambah Ali, agar ada penyegaran dan demi perbaikan pelayanan bagi alumni dapat lebih meningkatMohon maklum dan masukan teman-teman alumni.

Tradisi yang ada di beberapa organisasi seperti ikatan alumni IIUM, ketua panitia biasanya yang terpilih menjadi Ketua Ikatan Alumni.

“Sudah beres. Ketua panitia biasanya jadi ketua alumni berikutnya”, ucap Abdul Halim Syihab.

Namun bagi Bang Cecep yang pernah menjadi ketua selama 12 tahun (2004-2016) keinginan Ali Sakti untuk melakukan regenerasi dianggap kurang fair.

” Ini tidak fair.Saya jadi ketua Alumni Chapter dari 2004 sampai dengam 2016 (12 tahun). Harusnya yang lebih muda bisa lebih dari itu (15 tahun) . Ayo dato’ awak pasti boleh!”

Anggota group lainnya juga merespon supaya kepemimpinan Ali Sakti dilanjutkan dan yang bersangkutan merespon dengan ketawa.

Arti di balik ketawa Ali Sakti itu bisa dimaknai menerima tawaran tersebut.
“Ya udah beres, ga perlu real count, quick count, sebab demokrasi itu bid’ah dolalah, maka langsung aja syura”, ucap salah satu alumni.

Khotam Rusli dari Kota Bogor langsung menimpali, “Langsung surga lebih bagus”.
Hahahahaha…..

Ahad, 23 Juni 2019

Catatan:Maaf saya tidak bisa menghadiri acara Silaturahim Alumni, kemarin. Tapi tetap menyimak.
Sukses selalu buat seluruh alumni IIIUM.
Tks

By: Bambang S.